Polling

Apakah website kami sangat penting dalam informasi perkembangan desa ?


Hasil

Statistik Pengunjung


Pengunjung Hari ini : 437
Pengunjung Bulan ini : 888
Total Pengunjung : 11902

POC MAROLIS


Pemupukan adalah salah satu kegiatan penting dalam pertanian. Dengan pemupukan, tanaman akan menerima cukup nutrisi yang dibutuhkannya untuk berkembang dengan baik. Banyak petani memilih menggunakan pupuk kimia dengan harapan dapat memberikan semakin banyak nutrisi yang dibutuhkan tanaman dibandingkan dengan memberikan pupuk organik. Pupuk organik memang mengandung lebih sedikit kandungan unsur hara dibandingkan dengan pupuk kimia atau anorganik, namun penggunaan berlebih pupuk anorganik justru akan menurunkan tingkat kesuburan tanah dan merusaknya. Karenanya sangat diperlukan kesadaran bagi para petani untuk turut menggunakan pupuk organik agar kesuburan tanah tetap terjaga.

Banyak petani yang enggan menggunakan pupuk organik cair karena dianggap kurang efektif dalam menutrisi tanaman, padahal pupuk organik mengandung berbagai jenis unsur hara yang jauh lebih lengkap dibandingkan pada pupuk kimia. Meskipun mengandung berbagai unsur yang dalam kadar yang lebih kecil dibandingkan kadar yang terkandung pada pupuk kimia, namun kandungan alami pada pupuk organik cair sesuai dengan karakteristik tanah sehingga tanah dan tanaman dapat menyerap nutrisi dengan lebih mudah. Kelebihan pupuk organik cair yang lain yaitu mengandung berbagai mineral, juga zat-zat esensial yang dibutuhkan tanah dan tanaman, serta hormon pertumbuhan tanaman.

Tidak hanya itu, pupuk organik terutama pupuk organik cair akan secara lebih baik merangsang pertumbuhan tanaman  dan dapat secara efektif meningkatkan kapasitas tukar kation pada tanah, bila dibandingkan dengan pupuk kimia. Kapasitas tukar kation adalah kemampuan tanah untuk meningkatkan interaksi antar ion-ion di dalam tanah sehingga mampu menyediakan berbagai unsur yang dibutuhkan tanaman. Bahan organik yang digunakan sebagai dasar POC akan mampu mengurangi jumlah unsur hara yang terikat mineral tanah, sehingga semakin banyak unsur hara tersedia bagi tanaman. Pupuk berbahan kimia menutrisi tanaman dengan memberikan nutrisi yang dapat diserap tanaman, tetapi tidak dapat menggantikan peran bahan organik.

Nutrisi pada Pupuk Organik Cair

Untuk memaksimalkan pemberian nutrisi bagi tanaman, POC sebaiknya diperkaya dengan unsur-unsur mikro seperti nitrogen, kalium, sulfur, kalsium dan magnesium, karena unsur-unsur makro yang dibutuhkan sudah disediakan oleh tanah. Untuk menyesuaikan kandungan unsur hara pada pupuk, dapat digunakan bahan baku yang sesuai.

Penyesuaian kandungan unsur hara juga harus memperhatikan pengaplikasian POC, apakah hendak digunakan untuk merangsang pertumbuhan daun atau bagian tanaman lainnya. Bila ditujukan untuk merangsang pertumbuhan daun, POC dapat dibuat kaya dengan nitrogen. Bahan baku seperti kotoran unggas, daun-daun hijau atau jerami dapat menghasilkan pupuk yang lebih kaya akan nitrogen. Sebaliknya, bila ditujukan untuk menutrisi pertumbuhan buah, dapat digunakan pupuk yang kaya kalium dan fosfor dengan bahan baku kotoran sapi, kerbau atau kambing, sekam padi atau dedak. Prinsipnya, bila ingin menutrisi daun, gunakan bahan baku dedaunan yang diolah menjadi kompos, dan bila ingin menutrisi buah-buahan gunakan pupuk organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

Bahan-bahan organik yang digunakan sebagai bahan baku POC tidak hanya berfungsi untuk menghasilkan berbagai nutrisi bagi tanah dan tanaman, namun juga akan mempertahankan jumlah udara yang terkandung dalam tanah (aerasi), sehingga tanah dengan bahan organik yang tinggi tidak akan mudah mengalami pemadatan atau pengerasan. Hal ini tentu akan menguntungkan tanaman karena akan meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia di dalam tanah. Unsur-unsur organik pada POC juga akan berperan penting dalam proses penyerapan air dan sinar matahari bagi tanah serta membuat tanah menjadi lebih subur.

Pengaplikasian Pupuk Organik Cair

Penggunaan pupuk organik padatan sebaiknya dibarengi dengan penggunaan pupuk organik cair. Nutrisi yang terkandung pada POC akan lebih mudah diserap oleh tanaman. POC akan lebih efektif dan efisien bila dipalikasikan pada daun, bunga dan batang, dibandingkan dengan media tanam kecuali untuk metode hidroponik. POC berperan pula sebagai perangsang tumbuh, terutama saat tanaman berasa pada peralihan fase vegetatif ke generatif atau saat tumbuhan mulai bertunas. Memberikan POC melalui bagian daun atau batang akan memudahkan tanaman menyerapnya melalui pori-pori atau stomata pada daun.

Setiap bagian tanaman memiliki kapasitas yang berbeda-beda saat menyerap nutrisi yang tersedia. Umumnya, tanaman hanya mampu menyerap sekitar 2% unsur hara setiap harinya, seperti kapasitas yang diperkirakan dimiliki oleh daun. Karenanya, menggunakan POC akan lebih efektif bila digunakan. Untuk mencegah pemberian berlebih atau nutrisi yang overdosis bagi tanaman, POC dapat dibuat encer, dan tidak lebih dari 2%. Untuk membuatnya encer, dapat dilakukan pengenceran seratus kali yang berarti bahwa 1 liter pupuk diencerkan pada 100 liter AIR. Perbandingan 1 : 100 yang akan menghasilkan persentasi 1% tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan/volume POC yang dibutuhkan. Bila hanya membutuhkan 1 liter POC, maka dapat dibuat dengan melarutkan air bersama dengan 0.25 liter pupuk.

Bila POC ditujukan untuk menutrisi pertumbuhan daun, maka untuk pengaplikasiannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Namun, bila ditujukan untuk memaksimalkan pertumbuhan buah, biji atau umbi, maka aplikasikan pada saat peralihan fase vegetatif ke generatif. POC dapat disemprotkan langsung pada bagian bunga, buah atau daun dengan interval waktu pengaplikasian sekitar seminggu sekali pada musim kering atau 3 hari sekali pada musim hujan.

Pembuatan Pupuk Organik Cair

Pupuk organik dapat berupa padatan maupun cairan. Pupuk organik cair dibuat dengan dua macam proses pengomposan. Cara pertama, pupuk organik cair dibuat dengan melarutkan pupuk yang telah jadi atau setengah jadi dengan air. Pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos dapat digunakan untuk membuat pupuk ini. Salah satu jenis pupuk atau campuran semuanya dapat dijadikan pupuk organik cair.

Pupuk organik cair (POC) yang dibuat dengan cara ini memiliki karakteristik yang mirip dengan pupuk organik padat, hanya saja berwujud cairan.  Jenis POC yang dibuat dengan cara ini cenderung kurang stabil dan mudah mengendap, sehingga tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama. Begitu dibuat, pupuk ini harus segera digunakan, dengan cara menyiramkannya pada permukaan tanah.

Metode yang kedua adalah dengan memfermentasikan bahan-bahan organik dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Kondisi anaerob berarti dikondisikan dalam keadaan tidak ada udara. Untuk membuat POC jenis ini, dibuat dari material organik yang belum terkomposkan. Berbeda dengan POC jenis pertama dimana pupuk padat didispersikan dalam larutan, POC yang dibuat dengan metode ini benar-benar menyerupai larutan, tanpa adanya butiran-butiran atau padatan yang terdispersi, sehingga menghasilkan POC yang lebih stabil, dan tidak ada endapan material.